mikrobiologi · pharmacy · Pikir · Tak Berkategori

Bilik “Disinfeksi”, Benarkah?

Assalamu’alaikum..

Belakangan, semenjak virus corona (COVID-19) mewabah dan (sepertinya) pemerintah tidak bisa “memaksa” masyarakat untuk secara total tidak keluar rumah, “bilik disinfeksi” atau disebut disinfection chamber menjadi marak diadakan. Di gedung pemerintahan, halte bus, dan ruang publik lain pun menyediakan bilik disinfeksi ini.

Setelah banyaknya keberadaan bilik yang diharapkan dapat meredam penularan COVID-19, masalah baru mulai muncul: apakah aman menggunakan bilik disinfeksi? Apakah penamaan bilik disinfeksi sudah tepat? Dan apakah sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa bilik disinfeksi ini efektif?

Berdasarkan tanggapan yang ditulis oleh Sekolah Tinggi Farmasi ITB melalui lamannya fa.itb.ac.id, penggunaan desinfektan kurang tepat digunakan kepada manusia karena dapat menimbulkan efek tidak baik bagi kesehatan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini juga telah disebutkan oleh World Health Organization (WHO) di lamannya yang bertajuk “Myth Busters”, semprotan desinfektan berupa alkohol dan klorin tidak disarankan pada manusia karena akan merusak pakaian dan berbahaya pada kulit, paru-paru dan membran mukosa. Bukan hanya bahan kimia, penggunaan sinar ultraviolet pun tidak disarankan karena akan mengiritasi kulit.

Apa itu disinfeksi? Bedanya dengan sterilisasi dan antiseptik

Untuk mengetahui alasan di balik bahayanya bilik disinfeksi, kita harus tahu dulu apa itu disinfeksi? Ada pula yang sampai menyebutkan sterilisasi? Keduanya, disinfeksi dan sterilisasi merupakan proses dekontaminasi, tetapi memiliki perbedaan baik dalam proses maupun hasil.

Disinfeksi adalah proses menghilangkan mikroorganisme yang terdapat pada suatu objek (yang tidak hidup), tapi tidak dengan endospora/sporanya. Sedangkan sterilisasi adalah proses untuk menghilangkan seluruh mikroorganisme pada suatu objek, termasuk endospora/sporanya. Artinya, dalam tingkatan nihil mikroorganisme, sterilisasi berada di puncak karena juga membunuh spora bakteri/mikroba lainnya.

Kenapa makhluk hidup tidak bisa di-disinfeksi atau di-sterilisasi?

Pertama, karena tubuh manusia terdiri dari milyaran mikroba! Mikroorganisme itu tidak selamanya buruk, ada yang disebut flora normal yaitu bakteri/mikroorganisme yang ada pada tubuh manusia dan bersimbiosis mutualisme dengan manusia itu sendiri. Mereka yang biasa kita dengar dengan sebutan “bakteri baik”.

Kedua, proses atau bahan dalam proses disinfeksi dan sterilisasi itu sendiri. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara: fisik dan kimia. Secara fisik, sterilisasi dilakukan dengan pemanasan pada suhu 160-180 derajat Celsius selama 1-2 jam, pembakaran, atau menggunakan autoclave yaitu alat dengan tekanan uap tinggi, termasuk pula penyinaran dengan sinar UV. Secara kimia, sterilisasi menggunakan bahan seperti halogen (klorin, iodin), alkohol, fenol, gas etilen oksida, formaldehid, dan lainnya yang tentu sangat toksik untuk tubuh makhluk hidup.

Mirip dengan sterilisasi, disinfeksi juga menggunakan bahan kimia yang disebut desinfektan. Desinfektan yang kadarnya tinggi (high-level desinfectant) dapat berfungsi sebagai sterilan/ bahan kimia untuk proses sterilisasi dengan durasi paparan yang sesuai, sedangkan desinfektan kadar rendah (low-level desinfectant) dapat membunuh bakteri vegetatif tapi tidak dengan sporanya. Beberapa desinfektan dapat menjadi sterilan saat durasi paparannya lama (3-12 jam). Artinya, kemampuan bahan desinfektan untuk disinfeksi ditentukan oleh kadar dan durasi paparan dan ini membahayakan bagi makhluk hidup.

Mengingat hal ini, penamaan bilik disinfeksi menjadi kurang tepat. Sebab, penggunaan bahan pada bilik tersebut seharusnya bukanlah desinfektan melainkan antiseptik yang aman untuk makhluk hidup.

Apa itu antiseptik? Antiseptik adalah germisida (bahan yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme patogen) yang dapat digunakan untuk makhluk hidup. Secara umum, antiseptik digunakan untuk makhluk hidup dan bukannya benda mati. Benzalkonium klorida yang diklaim aman untuk makhluk hidup dan digunakan pada bilik di Surabaya misalnya, menjadi tidak tepat disebut desinfektan melainkan antiseptik. Lebih tidak tepat jika dikatakan bilik sterilisasi. Menggunakan kata antisepsis menjadi pilihan yang mungkin dapat dipertimbangkan untuk tidak menghasilkan kebingungan, dengan memperhatikan bahan yang digunakan pad bilik antisepsis tersebut yaitu bahan antiseptik yang aman.

Terlepas dari itu semua, sebaiknya penggunaan bilik yang demikian memang tidak terlalu rutin dan tetap mengoptimalkan physical distancing serta mencuci tangan dengan benar dan rutin. Cara itu akan menjadi lebih efektif untuk menjaga kesehatan.

Inspirasi dan Rujukan:

https://fa.itb.ac.id/tanggapan-terhadap-disinfektan-bilik/

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters

https://www.cdc.gov/infectioncontrol/guidelines/disinfection/introduction.html#

dakwah · islam · Kisah Inspiratif · pendidikan · Tak Berkategori

Sudah Tahu Rahasia Surah Mulia Ini? Menghindarkanmu dari Bahaya Terbesar!

Assalamu’alaikum.. Tahukah kamu hari jum’at disebut sebagai hari raya ketiga umat Islam? Yuk perbanyak kebaikan, zikir, dan shalawat di hari ini. Bicara soal hari jum’at, tidak lepas dari satu surah dalam Al-qur’an yang punya keutamaan jika dibaca di hari ini, apa itu? Ya! Surah Al-Kahfi.

Lanjutkan membaca “Sudah Tahu Rahasia Surah Mulia Ini? Menghindarkanmu dari Bahaya Terbesar!”

Hati · Me · Tak Berkategori

Sebuah Renungan: Saat Kau Hampir Menyerah

Jika masa itu datang, setelah upaya yang begitu melelahkan dan rasanya do’a tak kunjung terkabulkan..

Bersabarlah sebentar lagi dan berprasangka baiklah kepada Zat yang Maha Pemurah

Mungkin usahamu membutuhkan kesabaran lebih, mungkin do’amu butuh sedikit lebih lama lagi

Karena yakinlah, selama kau tidak berhenti, selama kau terus berlari.. hasil dari setiap jeri payah akan terbayarkan

Sebab Allah selalu sesuai persangkaan hamba-Nya Lanjutkan membaca “Sebuah Renungan: Saat Kau Hampir Menyerah”

Hati · Pikir · Tak Berkategori

Ini 5 alasan kamu harus memaafkan diri sebelum menulis resolusi 2020

Kita telah memasuki bulan Desember 2019 yang berarti tinggal menghitung hari, tahun akan berganti. Sederet resolusi 2019 yang sudah direncanakan di awal tahun ini mungkin sudah banyak yang berhasil dicapai atau masih belum berhasil dicapai. Namun, memasuki tahun baru 2020, berbagai semangat baru untuk merencanakan resolusi tahunan pasti kembali datang dan membuat para milenial berlomba menulis resolusi baru.

Tapi, guys, sebelum menulis puluhan bahkan ratusan resolusi baru, kita butuh meluangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi alias mengintrospeksi diri terhadap capaian yang sudah kita raih di tahun ini, naik turunnya perjuangan meraih impian, serta yang tak kalah penting adalah memaafkan diri sebelum menulis resolusi baru.

Lanjutkan membaca “Ini 5 alasan kamu harus memaafkan diri sebelum menulis resolusi 2020”

farmasi · Parenting · resep · Tak Berkategori

4 Rempah Berlimpah Khasiat yang Wajib Ada di Dapur

Assalamu’alaikum, moms.

Bagi seorang istri dan ibu, dapur seperti kantor utama saat di rumah. Bisa disebut kantor, bisa juga disebut laboratorium pribadi ibu. Menyantap masakan ibu, sesederhana apa pun menu itu tetap akan terasa beda jika dibandingkan masakan yang dibeli di luar. Asal ibu tidak memasak bungkus makanan ya! Hehe. Lanjutkan membaca “4 Rempah Berlimpah Khasiat yang Wajib Ada di Dapur”

literasi · pendidikan · Pikir · Tak Berkategori

Ini 8 Sifat dan Karakter yang Harus Dimiliki SDM Unggul Tapi Jarang Diperhatikan

Dalam prinsip produktivitas, sumber daya manusia (SDM) sebagai motor atau penggerak utama rantai produksi harus selalu diperhatikan kualitasnya. Saat kualitas SDM baik maka seharusnya indeks prestasi dan efisiensi kerja pun akan meningkat. Bukan hanya itu saja, keuntungan perusahaan pun akan mendapat imbas positif.

Lanjutkan membaca “Ini 8 Sifat dan Karakter yang Harus Dimiliki SDM Unggul Tapi Jarang Diperhatikan”