Hati · Me · Tak Berkategori

Sebuah Renungan: Saat Kau Hampir Menyerah

Jika masa itu datang, setelah upaya yang begitu melelahkan dan rasanya do’a tak kunjung terkabulkan..

Bersabarlah sebentar lagi dan berprasangka baiklah kepada Zat yang Maha Pemurah

Mungkin usahamu membutuhkan kesabaran lebih, mungkin do’amu butuh sedikit lebih lama lagi

Karena yakinlah, selama kau tidak berhenti, selama kau terus berlari.. hasil dari setiap jeri payah akan terbayarkan

Sebab Allah selalu sesuai persangkaan hamba-Nya Lanjutkan membaca “Sebuah Renungan: Saat Kau Hampir Menyerah”

Hati · Pikir · Tak Berkategori

Ini 5 alasan kamu harus memaafkan diri sebelum menulis resolusi 2020

Kita telah memasuki bulan Desember 2019 yang berarti tinggal menghitung hari, tahun akan berganti. Sederet resolusi 2019 yang sudah direncanakan di awal tahun ini mungkin sudah banyak yang berhasil dicapai atau masih belum berhasil dicapai. Namun, memasuki tahun baru 2020, berbagai semangat baru untuk merencanakan resolusi tahunan pasti kembali datang dan membuat para milenial berlomba menulis resolusi baru.

Tapi, guys, sebelum menulis puluhan bahkan ratusan resolusi baru, kita butuh meluangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi alias mengintrospeksi diri terhadap capaian yang sudah kita raih di tahun ini, naik turunnya perjuangan meraih impian, serta yang tak kalah penting adalah memaafkan diri sebelum menulis resolusi baru.

Lanjutkan membaca “Ini 5 alasan kamu harus memaafkan diri sebelum menulis resolusi 2020”

Hati · Kisah Inspiratif · Me · Pikir · Tak Berkategori

Dear You, yang Sedang Ketakutan

Seringkali kita takut karena kita tidak tahu apa yang kita takutkan. Hanya sekadar merasa takut saja. Mudah mengatakan “untuk menjadi tidak takut maka beranilah!”, tapi tanpa mengetahui sumber ketakutan kita, motto ini hanya akan berlaku di momen itu saja dan selanjutnya menimbulkan depresi yang lebih dalam. Kenapa? Karena kita akan menyalahkan diri atas ketakutan yang kita alami.

Lanjutkan membaca “Dear You, yang Sedang Ketakutan”

Hati

Hidup Menunjukkan Cakarnya

Hidup menunjukkan cakarnya saat titik kedewasaan ingin kita raih. Tiap orang akan melihat cakar berbeda. Dan akan menghadapi cakar itu sesuai pola pikirnya. Peringatan dan cara menghadapinya sebenarnya telah diberikan, hanya saja, ada yang mengambil dan ada yang tidak mengindahkan.

Hidup telah menunjukkan cakarnya. Karena masing-masing orang telah melihatnya. Di tiap sudut kamar sebelum terlelap, auman yang memekakkan telinga akan keganasan seakan menjadi pelengkap harian.

Hati kadang begitu naif. Menyaksikan segala sudut yang memungkinkan sehingga kadang membuatnya lemah. Prinsip. Entah prinsip apa yang ia harus pegang untuk menguatkan pundak dan langkah. Kadang, itu yang terbetik sejenak.

Lemah. Ya. Proses menguatkan diri, mungkin sedang berjalan saat menyadari kelemahan. Lemah menghadapi cengkraman cakar yang bahkan tak pernah terpikir sebelumnya. Tapi, manusia punya sifat kuat bertahan hidup. Sayangnya, tekad kuat takkan berkutik saat semuanya terlambat.