anak · Parenting · Tak Berkategori

4 Hal yang Seharusnya Diketahui Calon Ibu

Assalamu’alaikum, moms and gals. Hari ahad gini biasanya menjadi hari jalan-jalan nasional, atau bisa jadi hari ikut seminar nasional, ya. Karena biasanya sabtu-ahad banyak sekali kegiatan, entah domestik ataupun publik (kondangan juga salah satunya).

Lanjutkan membaca “4 Hal yang Seharusnya Diketahui Calon Ibu”

Hati · Me · Tak Berkategori

Sebuah Renungan: Saat Kau Hampir Menyerah

Jika masa itu datang, setelah upaya yang begitu melelahkan dan rasanya do’a tak kunjung terkabulkan..

Bersabarlah sebentar lagi dan berprasangka baiklah kepada Zat yang Maha Pemurah

Mungkin usahamu membutuhkan kesabaran lebih, mungkin do’amu butuh sedikit lebih lama lagi

Karena yakinlah, selama kau tidak berhenti, selama kau terus berlari.. hasil dari setiap jeri payah akan terbayarkan

Sebab Allah selalu sesuai persangkaan hamba-Nya Lanjutkan membaca “Sebuah Renungan: Saat Kau Hampir Menyerah”

Hati · Pikir · Tak Berkategori

Ini 5 alasan kamu harus memaafkan diri sebelum menulis resolusi 2020

Kita telah memasuki bulan Desember 2019 yang berarti tinggal menghitung hari, tahun akan berganti. Sederet resolusi 2019 yang sudah direncanakan di awal tahun ini mungkin sudah banyak yang berhasil dicapai atau masih belum berhasil dicapai. Namun, memasuki tahun baru 2020, berbagai semangat baru untuk merencanakan resolusi tahunan pasti kembali datang dan membuat para milenial berlomba menulis resolusi baru.

Tapi, guys, sebelum menulis puluhan bahkan ratusan resolusi baru, kita butuh meluangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi alias mengintrospeksi diri terhadap capaian yang sudah kita raih di tahun ini, naik turunnya perjuangan meraih impian, serta yang tak kalah penting adalah memaafkan diri sebelum menulis resolusi baru.

Lanjutkan membaca “Ini 5 alasan kamu harus memaafkan diri sebelum menulis resolusi 2020”

literasi · pendidikan · Pikir · Tak Berkategori

Ini 8 Sifat dan Karakter yang Harus Dimiliki SDM Unggul Tapi Jarang Diperhatikan

Dalam prinsip produktivitas, sumber daya manusia (SDM) sebagai motor atau penggerak utama rantai produksi harus selalu diperhatikan kualitasnya. Saat kualitas SDM baik maka seharusnya indeks prestasi dan efisiensi kerja pun akan meningkat. Bukan hanya itu saja, keuntungan perusahaan pun akan mendapat imbas positif.

Lanjutkan membaca “Ini 8 Sifat dan Karakter yang Harus Dimiliki SDM Unggul Tapi Jarang Diperhatikan”

Hati · Kisah Inspiratif · Me · Pikir · Tak Berkategori

Dear You, yang Sedang Ketakutan

Seringkali kita takut karena kita tidak tahu apa yang kita takutkan. Hanya sekadar merasa takut saja. Mudah mengatakan “untuk menjadi tidak takut maka beranilah!”, tapi tanpa mengetahui sumber ketakutan kita, motto ini hanya akan berlaku di momen itu saja dan selanjutnya menimbulkan depresi yang lebih dalam. Kenapa? Karena kita akan menyalahkan diri atas ketakutan yang kita alami.

Lanjutkan membaca “Dear You, yang Sedang Ketakutan”

literasi · Parenting · pendidikan · Tak Berkategori

5 Dari 10 Hal yang Sering Dibrowsing Ibu Hamil Anak Pertama, Bunda juga?

Halo, moms. Assalamu’alaikum. Kehamilan anak pertama pasti menjadi momen mendebarkan sekaligus membahagiakan ya, moms? Janin yang telah lama dinanti akhirnya dititipkan oleh Tuhan ke dalam rahim kita, sungguh kesyukuran yang sangat tak terkira. Menyambut kehadiran bayi mungil ke tengah keluarga, pasti banyak yang menjadi pikiran dan kekhawatiran ibu, maka selalu mengiringi masa-masa kehamilan dengan do’a dan pola hidup sehat ya moms. Lanjutkan membaca “5 Dari 10 Hal yang Sering Dibrowsing Ibu Hamil Anak Pertama, Bunda juga?”

dakwah · literasi · pendidikan · Pikir · Tak Berkategori

Antara Aktivis Dakwah dan Literasi

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Kita melihat bagaimana teknologi hari ini telah menjadi raja. Di setiap sisi bahkan di tiap rumah pasti ada minimal satu teknologi di dalamnya, misalnya gadget. Menurut Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018, tercatat 171,17 juta jiwa atau lebih setengah populasi Indonesia yang menggunakan internet.

Belakangan ini, banyaknya artis tanah air yang berhijrah membuat gelombang dakwah melalui media sosial semakin berkembang. Berdasarkan yang penulis telusuri melalui pencarian instagram, ada sekitar 8,1 miliar tagar dengan kata kunci hijrah (#hijrah), dan sebanyak 3,9 miliar tagar dengan kata kunci pemuda hijrah (#pemudahijrah). Di media sosial youtube pun tema-tema hijrah yang diunggah oleh berbagai youtuber, artis, dan ustadz membuat dakwah semakin dikenal.

Gelombang hijrah dan semangat belajar tentang Islam melalui media sosial ini di satu sisi menjadi hal yang positif, tapi di sisi lain juga menjadi tantangan besar, terutama karena masih banyaknya konten-konten negatif dan palsu (hoaks). Konten negatif dan hoaks ini bukan hanya menyasar orang-orang awam atau yang baru belajar agama, bahkan sebagian aktivis dakwah juga terjatuh kepada perkara ini.

Salah satu contoh yang terjadi pada media sosial facebook misalnya, ungkapan seperti “jangan dishare tapi harus copas (baca: copy-paste)” untuk status facebook yang berisi propaganda sering penulis dapatkan. Sekilas, tampaknya baik-baik saja, tapi sebenarnya hal ini malah akan mengaburkan sumber informasi dari siapa tulisan tersebut berawal. Apalagi jika ternyata oknum yang membuat propaganda tersebut menghapus postingan itu setelah menjadi viral.

Alasan mengapa bukan hanya orang awam yang tergerak untuk melakukan “copas” konten yang disebarkan tetapi juga para aktivis dakwah, adalah karena konten yang berisi propaganda atau hoaks tersebut menimbulkan keresahan dan kekhawatiran, atau berupa dukungan terhadap sesuatu yang tampak dizalimi sehingga dorongan untuk langsung menyebarkannya pun dilakukan. Oleh sebab itu, literasi menjadi satu hal yang penting untuk ditekankan kepada masyarakat terutama aktivis dakwah.

Seorang aktivis dakwah harus tahu dari siapa dan apa isi konten yang akan ia sebarkan. Apakah isi konten tersebut bermanfaat? Apakah isi konten tersebut tidak akan membuat teror di masyarakat? Apakah isi informasi akurat? Apakah tulisan itu adalah opini atau fakta? Seorang aktivis dakwah harus teliti dengan beragam informasi yang diperoleh.

Islam adalah agama yang ilmiah. Ini dapat kita lihat dari bagaimana jalur periwayatan Al-qur’an dan hadits masih terjaga. Bukan hanya penulisan yang harus menuliskan sumber saja, tetapi juga profil dari sumber informasi menjadi bahan pertimbangan dalam kajian ilmiah islam. Hal ini harus dimiliki oleh setiap muslim, apalagi jika mereka adalah para aktivis dakwah. Aktivis dakwah bukan hanya harus tahu, tetapi juga bijak dalam kaitannya dengan ilmu dan informasi.

Semoga semangat para aktivis dapat terus menyala dengan kaidah ilmiah yang tepat. Dan semoga umat Islam tidak menjadi umat yang tidak berdaya melawan derasnya informasi yang beredar sehingga dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.