CARA MEMBUAT DETERJEN BUBUK

Bahan Baku untuk Pembuatan Deterjen:
1. Bahan Aktif
Bahan aktif ini merupakan bahan inti dari deterjen sehingga bahan ini harus ada dalam pembuatan deterjen. Secara kimia bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl ether sulfat (SLES). SLES ini dikenal dengan beberapa nama dagang dengan nama cottoclarin, texapone, ataupun ultra SLES. Lanjutkan membaca “CARA MEMBUAT DETERJEN BUBUK”

Mengenal LSD, Halusinogen Mematikan

Udah kenal ‘kan ya sama istilah “ngelem”? Mungkin di antara pembaca masih ada yang bertanya-tanya,

“Memang apa sih bahayanya ngelem?”

Yang kita tahu adalah efeknya yang sangat mirip dengan pecandu narkoba sehingga membuat istilah “ngelem” ini menjadi sangat dikhawatirkan. Terlebih lagi karena pelaku nge-lem ini kebanyakan merupakan anak-anak. Sekarang, kita akan kenalan dulu sama Pak LSD yang menjadi penyebab utama kenapa ngelem menjadi sangat berbahaya. Lanjutkan membaca “Mengenal LSD, Halusinogen Mematikan”

Mengenal Tanaman: Abrus precotarius L.

Highlight2_Abrus-precatoriusBAbrus precotarius L

Abrus precotarius L. (Daun saga), tanaman pertama pada Materia Medika edisi pertama. Daun ini merupakan famili leguminosae dan memiliki banyak nama lain. Jangankan dari Indonesia, nama Internasionalnya juga banyak, bro. Di antaranya Crab’s eye, Jequirity bean, Rosary pea. Kalo di Indonesia mungkin lebih akrab tanaman saga kali yah? Lanjutkan membaca “Mengenal Tanaman: Abrus precotarius L.”

My teaching journey: Pelihara Kutu!

My teachinh journey sabtu 15/8/15

Pelihara kutu

Nah, kali ini pengalamannya lebih unik dari yang pernah pernah! Hehe. Seusai belajar seperti biasa saya berbincang-bincang dulu dengan Kak Nayati. Sambil bercerita, kak nayati mencarikan kutu anaknya, shafiyyah. Basa-basi, saya tanya saja: kenapaki nda pake obat kutu kak?, dan jawabannya sangat mengejutkan. “Kutu disengaja memang ini dek disimpan di rambutnya”, setengah heran saya mencoba menerka,”oh, siapa yang bawa kak?” Saya kira maksudnya adalah dia tidak tahu kutu dari mana. Eh, setelah dijelaskan bahwa kutunya awalnya didapatkan dari syahid, kakak pertamanya. Tapi kemudian kak nayati bilang ke anaknya, “nak, ada kutu, kasih simpanki nah di kepalata’ ” lalu kutunya disimpan dan ditunggu sampe beranak pinak. Kalau belum berkembang, disimpan lagi. Sambil tertawa saya bilang, “oh masya Allah di’ kak, yang lain pelihara apaaa gitu, kita’ pelihara kutu”. Setelah itu, akhirnya saya tahu. Alasan utamanya adalah: membangun keakraban dengan anaknya. Nah nah nah. Sementara mencari kutu, biasanya menjadi ajang tukar cerita antara kak nayati dan anaknya. Kalo kita? Aah, boro-boro. Yang ada kalo nyari kutu, ibu-ibu kita males banget ya? Hehe, jarang banget ada yang dengan senang hati mencarikan kutu anaknya demi membangun keakraban. Subhanallah! Saya benar-benar terkesima!

My teaching Journey: Kecil dan Mujarab!

My teaching journey selasa 11/8/15

Kecil dan Sangat Mujarab!

Di akhir pelajaran hari itu, saya mengiming-imingi fathin dengan hadiah agar cepat menulis seperti biasanya. Soalnya fathin susaah banget klo disuruh nulis. Tapi belum saya beritahu apa hadiahnya yang bisa dibagi dengan shafiyyah. Pas selesai pelajaran, saya berikan fathin Taro dan dengan sekejap ia langsung berlari ke ibunya dan membisik ibunya sesuatu yang memang telah saya rasa,”oh sepertinya ia tidak boleh makan ini”. Dan benar, saat kembali, ia mengatakannya.

Akhirnya, lanjutlah saya cerita-cerita sama kak nayati, ibunya. Katanya beliau memang selalu mengajarkan ke anak-anaknya bahwa pertama kali melihat makanan kemasan memang cek label halal dan apakah makanan itu thayyiban alias baik atau tidak. Masya Allah! Saat itu saya seperti tertampar dan tertohok mendengarnya. Ya, memang sih setelah saya pikir-pikir, makanan masa kecil saya sangaat jauh dari ajaran itu. Alhasil, jadilah saya anak yang picky dengan makanan. Dan jeleknya, pickynya saya malah soal rasa saja. Padahal benar, islam itu mengajar agar kita memakan yang halal dan baik. Diajar sejak kecil hingga dewasanya terus mengingat dan telah biasa. Wah, pelajaran sangat berharga hari ini!

#ceritainspiratif

Tugas Resume Fartoks- Sharing

RESUME JURNAL “UJI AKTIVITAS ANALGESIK SENYAWA BARU TURUNAN PARASETAMOL PADA MENCIT (Mus Musculus) DENGAN METODE HOT PLATE”

Oleh:  TRI WIDIANDANI, SISWANDONO, SUKO HARDJONO, ISTIFADA, RISMA ZAHRA

Abstrak:

Parasetamol merupakan obat analgesic yang secara luas digunakan di Indonesia. Modifikasi struktur parasetamol telah dilakukan dengan memproduksi 2 senyawa yaitu 4’-acetamidophenyl-2-chlorobenzoat dan 4’-acetamidophenyl-3-chlorobenzoat. Senyawa ini diprediksi membawa aktivitas yang lebih besar dibandingkan parasetamol karena sifat lipofilisitasnya lebih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas analgesic dari derivate parasetamol yang baru ini. Uji aktivitas analgesic  diberikan menggunakan metode hot plate 55°±0,5° menggunakan mencit sebagai hewan coba. Lanjutkan membaca “Tugas Resume Fartoks- Sharing”

Tugas Metodologi Penelitian

Ini salah satu essai yang menjadi tugas mata kuliah metodologi penelitian. Tentang metode sampling.

Ada banyak metode pengambilan sampel yang dapat dipilih sesuai dengan pendekatan penelitian yang dilakukan. Berdasarkan Sugiyono (2011: 118-127), teori sampel dan sampling terbagi menjadi 2 secara umum, yaitu metode probabilitas (probability sampling) dan non-probabilitas (non-probability sampling). Lanjutkan membaca “Tugas Metodologi Penelitian”