farmasi · kimia · mikrobiologi · pendidikan · Tak Berkategori

Memahami EIAs, FEIAs, dan ELISA Lebih Mudah (Disertai Contoh dan Alasan Penggunaan Bahan)

Assalamu’alaikum.. setelah melihat statistik blog blueskypharmacy ini, saya melihat banyak(mungkin) mahasiswa yang mencari tentang ELISA. Maka untuk lebih menambah khasanah (dan mungkin tambahan info untuk laporan atau tugas kuliah), saya coba men-translate lagi artikel tentang ELISA ini. Sudah saya coba cari-cari dan sepertinya artikel satu ini cukup bagus untuk menjadi sumber rujukan teman-teman.

Di artikel ini terdiri dari beberapa bagian, tapi untuk hari ini saya terjemahkan bagian 1nya dulu. Tentang EIAs, FEIAs, dan untuk ELISAnya nanti akan dibahas lebih lanjut di postingan selanjutnya. Saya sertakan deskripsi tambahan yang mungkin bisa memudahkan untuk memahami artikel, serta ada contoh juga di artikelnya tentang penggunaan EIAs. Selamat membaca:

Artikel translate dari: https://courses.lumenlearning.com/microbiology/chapter/eias-and-elisas/

Materi Pembelajaran:

Menjelaskan perbedaan dan persamaan antara EIA, FEIA, and ELISA

◦ Menggambarkan perbedaan dan persamaan antara immunohistochemistry dan immunocytochemistry

◦ Menggambarkan tujuan berbeda dari ELISA langsung dan tidak langsung (direct and indirect ELISA)

Sama dengan blot western* (insyaAllah ada catatan kaki untuk lebih memudahkan ya kawan), enzyme immunoassays (EIAs) atau uji imun enzim menggunakan antibodi untuk mendeteksi kehadiran antigen.

((Untuk lebih simpel memahaminya: saat ada infeksi atau penyakit, akan ada antigen pada diri kita, dan antigen itu melalui serangkaian proses akan mengaktifkan antibodi dalam tubuh karena tubuh kita alhamdulillah sudah dilengkapi sistem pertahanan tubuh, jadi dengan mengetahui keberadaan antibodi juga bisa mendeteksi kehadiran antigen)).

Nah, bedanya EIA dari blot western adalah bahwa uji ini dilakukan pada piringan (plat) mikrotiter atau secara in vivo, bukannya pada membran absorben.

Ada banyak tipe EIAs yang berbeda tapi semuanya melibatkan molekul antibodi yang memiliki daerah konstan untuk mengikat enzim, meninggalkan berbagai daerah bebas (pada antibodi) untuk berikatan dengan antigen spesifiknya. Penambahan substrat untuk enzim membuat antigen dapat dihitung atau divisualisasi (Gambar 1).

Pada EIAs, substrat untuk enzim yang digunakan paling sering adalah kromogen, molekul tak berwarna yang bisa diubah menjadi warna tertentu di akhir produk(hasil akhir).

Enzim yang paling sering digunakan adalah alkaline fosfatase dan peroksidase horseradish (semacam lobak) yang mana substrat yang sesuai sudah tersedia. Pada beberapa EIAs, substratnya adalah fluoregen, molekul non-fluoresens yang nantinya enzim akan ubah menjadi bentuk fluoresens. EIAs yang menggunakan fluoregen biasa disebut fluorescent enzyme immunoassays (FEIAs). Fluoresens dapat dideteksi oleh mikroskop fluoresens atau spektrofotometer.

Gambar 1, EIAs seperti ELISA langsung tampak di sini, menggunakan konjugasi enzim-antibodi untuk mengirimkan substrat pendeteksi ke site (sisi) antigen. Substratnya bisa saja molekul tak berwarna yang diubah menjadi berwarna di akhir produk atau molekul non-fluorensens yang akan berpendar setelah aktivasi enzim. (credit: modification of work by “Cavitri”/Wikimedia Commons)

Titer MMR

Vaksin MMR adalah vaksin kombinasi yang menyediakan perlindungan terhadap cacar, rubella (cacar Jerman), dan mump (gondong). Hampir setiap orang mendapatkan vaksin MMR saat masih anak-anak dan memiliki antibodi melawan penyakit ini. Namun, karena beberapa alasan, bisa saja orang yang sudah divaksin menjadi rentan (susceptible) terhadap penyakit ini lagi nantinya.

Sebagai contoh, beberapa anak mungkin hanya menerima 1 putaran vaksin MMR daripada mendapatkan 2 putaran seperti yang direkomendasikan. Sebagai tambahan, titer antibodi protektif pada tubuh seseorang mungkin akan mulai menolak seiring pertambahan usia sebagai hasil kondisi kesehatan tertentu.

Untuk menentukan apakah titer antibodi pada peredaran darah seseorang mencukupi untuk melindunginya, uji titer MMR dapat dilakukan. Uji ini adalah uji imun sederhana yang dapat dilakukan secara cepat dengan sampel darah. Hasilnya akan menunjukkan apakah seseorang masih memiliki imunitas atau membutuhkan dosis tambahan untuk vaksin MMR. Menunjukkan hasil titer MMR biasanya dibutuhkan saat melamar kerja (mungkin di luar negeri yaa) bagi petugas kesehatan misalnya, terutama bagi mereka yang akan berhubungan dengan anak-anak atau pasien imunosupresi. Sebab jika pekerja/petugas terinfeksi MMR maka ia akan mudah menularkan penyakit ini ke pasien rentan menyebabkan outbreak (penularan yang meningkat pesat). Tergantung hasil titer MMR, pekerja kesehatan bisa saja divaksinasi kembali sebelum memulai kerja.

*Blot Western adalah sebuah metode untuk mendeteksi protein pada sampel jaringan. Imunoblot menggunakan elektroforesis gel untuk memisahkan protein asli atau perubahan oleh jarak polipeptida atau oleh struktur 3-D protein. Protein tersebut dikirim ke membran, di mana mereka dideteksi menggunakan antibodi untuk menargetkan protein (Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia)

 

Artikel tentang ELISA:

https://blueskypharmacy.wordpress.com/2015/06/08/uji-elisa-prinsip-bahan-yang-dibutuhkan-prosedur-dan-hasil/

https://blueskypharmacy.wordpress.com/2019/12/16/memahami-eias-feias-dan-elisa-lebih-mudah-disertai-gambar-dan-alasan-penggunaan-bahan/

https://blueskypharmacy.wordpress.com/2020/03/25/eias-dan-feias-bag2-immunostaining-elisa/

https://blueskypharmacy.wordpress.com/2020/03/25/eias-dan-feias-bag2-immunostaining-elisa/

https://blueskypharmacy.wordpress.com/2020/03/27/perbedaan-direct-indirect-dan-sandwich-elisa/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s