Studi Baru yang Mengejutkan Menunjukkan bahwa Probiotik Mampu Membantu Penderita Hipertensi

th

(https://sp.yimg.com/xj/th?id=OIP.M8aafb1eaeacb3bba2d7088279e8fcf2co0&pid=15.1&P=0&w=300&h=300)

Kabar yang menggembirakan dilansir dari http://www.herbs-info.com mengenai probiotik. Sebuah studi review yang telah dipublikasikan pada Jurnal American Heart Association tentang Hipertensi menunjukkan adanya bukti yang kuat kalau Probiotik mampu menurunkan tekanan darah ([1] Effect of Probiotics on Blood Pressure – A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized, Controlled Trials (Hypertension, 2014) http://hyper.ahajournals.org/content/64/4/897.long)

Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya, beberapa contoh pada makanan suplemen diet yang mengandung bakteri berguna misalnya: bakteri asam laktat  (lactic acid bacteria – LAB) sebagai mikroba yang paling umum dipakai. LAB telah dipakai dalam industri makanan bertahun-tahun karena mereka mampu untuk mengubah gula (termasuk laktosa) dan karbohidrat lain menjadi asam laktat. Ini tidak hanya menyediakan rasa asam yang unik dari produk dairy food  yang difermentasi seperti susu fermentasi, tapi juga berperan protektif terhadap usus kita dari mikroba yang bersifat patogen (merugikan) (https://id.wikipedia.org/wiki/Probiotik). Pasti pada kenal yakult atau yogurt kan? Itu adalah 2 contoh produk yang mengandung probiotik.

Nah, selama ini kita memang lebih mengenal produk probiotik di atas untuk kesehatan saluran cerna saja dan juga biasanya dikonsumsi oleh mereka yang sebelumnya mengonsumsi antibiotik supaya menyeimbangkan kembali flora normal usus.

Penelitian ini membuktikan keuntungan terbaru dari produk probiotik selain yang selama ini kita kenal sebab selain diketahui mampu menurunkan tekanan darah, ternyata produk probiotik juga mampu memperbaiki kesehatan psikologis ([2] Psychobiotics: A Novel Class of Psychotropic (Biological Psychiatry, 2013) http://dx.doi.org/10.1016/j.biopsych.2013.05.001).

Penelitian ini menganalisis 9 studi manusia yang sebelumnya telah dilakukan yang melibatkan lebih dari 540 peserta. Setelah 8 pekan (atau lebih) uji coba, ternyata ditemukan adanya penurunan tekanan darah baik sistolik  maupun diastolik sekitar 3 dan 2 mmHg, dengan penurunan tertinggi ditemukan pada mereka yang awalnya memang terbaca lebih tinggi.

Catatan yang menarik juga bahwa efek ini baru ditemukan setelah 2 bulan yang mengindikasikan bahwa regimen berlanjut tetap dibutuhkan -baik probiotik maupun makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, keju, kimchi, dsb.

Keuntungan probiotik ini dimungkinkan berhubungan dengan perbaikan/penurunan kolesterol, glukosa darah, resistensi insulin dan hormon yang mengatur tekanan darah dan kesetimbangan cairan.

Walaupun pengurangan TD ini tidak besar, hal ini sebenarnya sangat signifikan terhadap kesehatan, sebab dengan sejumlah tersebut penurunan tekanan darah dikaitkan dengan 22% penurunan resiko kematian akibat serangan jantung, penyakit jantung, atau stroke.

Perlu diingat pula untuk konsultasikan ke dokter sebelum mengkonsumsi regimen suplemen baru dan probiotik yang boleh jadi ada kontraindikasi dengan orang-orang yang memiliki kerusakan usus/ulser atau kondisi lain yang bisa jadi membuat “probiotik” lari ke bagian lain di tubuh yang tidak seharusnya.

Wallohu a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s