Mengenal LSD, Halusinogen Mematikan

Udah kenal ‘kan ya sama istilah “ngelem”? Mungkin di antara pembaca masih ada yang bertanya-tanya,

“Memang apa sih bahayanya ngelem?”

Yang kita tahu adalah efeknya yang sangat mirip dengan pecandu narkoba sehingga membuat istilah “ngelem” ini menjadi sangat dikhawatirkan. Terlebih lagi karena pelaku nge-lem ini kebanyakan merupakan anak-anak. Sekarang, kita akan kenalan dulu sama Pak LSD yang menjadi penyebab utama kenapa ngelem menjadi sangat berbahaya.

LSD dan Halusinasi

220px-lysergide_stereoisomers_structural_formulae_v-2

LSD alias lysergic acid diethylamide atau lysergida merupakan salah satu senyawa kimia yang potensial mengubah mood. Senyawa ini diproduksi oleh fungi (jamur) ergot pada gandum-ganduman. Efek farmakologik utama dari senyawa ini adalah halusinasi makanya senyawa ini juga disebut halusinogen.

Pengguna senyawa ini akan melihat gambaran, mendengar suara, dan merasakan sensasi yang tampak nyata tapi sebenarnya tidak ada. Beberapa halusinogen juga menghasilkan perubahan mood yang tiba-tiba dan tidak terduga bagi penggunanya. Karena efek inilah, anak-anak terutama anak-anak jalanan yang memiliki tekanan psikologis ditambah lingkungan yang memperkenalkan ke-“enak”-an LSD ini mereka gunakan.

Efek LSD tidak bisa diduga karena tergantung jumlah yang dikonsumsi alias dosis. Normalnya, efek pertama dirasakan setelah 30 hingga 90 menit setelah mengkonsumsi. Pupil mengalami dilatas (melebar), suhu tubuh tidak stabil (bisa menjadi tinggi atau rendah), tekanan darah dan denyut jantung meningkat atau menurun (tidak stabil). Berkeringat atau merinding tidak jarang. Pengguna juga kehilangan selera makan, sulit tidur, mulut kering dan gemetaran (tremor). Perubahan visual adalah efek yang paling sering.

Perubahan ekstrim  pada mood, terjadi di mana saja, dari mengkhayal sesuatu yang kotor hingga teror yang terus-menerus dialami oleh pengguna.  Bagian terburuknya adalah pengguna LSD tidak dapat mengenali mana halusinasi dan mana realita.

Ketika pengalaman halusinasi ini menjadi lebih parah, mereka juga merasakan ketagihan untuk merasakan perasaan yang sama. Kalau secara farmakologis, ini karena senyawa ini telah masuk ke sistem saraf pusat dan menstimulasi sekresi dopamin, akhirnya ketika kadarnya berkurang akan menstimulasi otak untuk menginginkannya lagi dan kita kenal sebagai kecanduan. Terutama karena dopamin alamiah tak mencukupi karena sudah pernah dikonsumsi dalam jumlah tertentu dalam tubuh menggunakan dopamine D2R protomer dari luar.

Efek sosial yang tampak adalah karena sulit lagi mengendalikan emosi dan rasionalitasnya, hal ini akan sangat berdampak buruk bagi kehidupan sosialnya. Karena halusinasi yang parah juga bisa menyebabkan berbagai kecelakaan, seperti orang mabuk. Ketika LSD terakumulasi dalam tubuh, akan terjadi reaksi toleransi yang artinya dosis yang sama takkan berefek lagi sehingga dosisnya pun harus ditingkatkan oleh si pengguna. Peningkatan dosis ini akan menyebabkan psikosis

“At 13 years of age I took my first drink and soon after was introduced to marijuana. Then LSD quickly fell into my hands and I became addicted, eating it like candy.

“One night during one of my binges I blacked out and awoke with blood all over my face and vomit coming out of my mouth. By some miracle I pulled myself awake and cleaned myself up. I got into the car, shaking, drove to my parent’s house. I climbed into bed with my mom and cried.

“By the age of 21, I checked into my first rehab.” —Donna

Ketika dosis terus-menerus ditingkatkan, yang terjadi adalah overdosis. Apakah hanya kenyataan overdosis ini yang begitu mengkhawatirkan? Sebenarnya, sejak pertama kali seseorang telah mencandu LSD, efek buruknya telah terjadi. Bukan hanya karena halusinasi, tetapi juga karena adanya perubahan fisiologis dalam tubuh yang dipengaruhi oleh SSP (sistem saraf pusat) yang bukan hanya mempengaruhi otak tapi secara menyeluruh organ tubuh yang lain juga.

Pertanyaan Penting

Angka kejadian paparan senyawa ini terutama pada anak-anak jalanan yang suka ngelem masih terus-menerus meningkat dan terjadi. Sebuah pertanyaan penting menggantung, apa peran LSD ini dalam lem sehingga ia harus dijadikan sebagai salah satu komposisi lem? Atau seberapa pentingnya ia? Bukankah penemuan jenis zat lain yang berfungsi sama tapi tak membahayakan akan jauh lebih baik dilakukan?

Fokus kita sebagai pemerhati kesehatan, juga farmasis, bukan hanya sekedar mencari obat-obatan dan penemuan obat-obatan saja, bukan? Tetapi secara menyeluruh mencakup pencegahan bahaya yang terjadi terutama menyangkut generasi masa depan bangsa.

Mereka, anak-anak jalanan, juga merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Ya, tentu saja mereka bukanlah barang, tetapi pernyataan ini merupakan sebuah apresiasi saya kepada mereka, anak-anak jalanan, yang berjuang keras untuk kehidupannya. Perhatian kita juga seharusnya bisa mengangkat mereka karena boleh jadi banyak dari mereka merupakan pengubah masa depan menjadi lebih baik.

 

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Lysergic_acid_diethylamide

http://www.drugfreeworld.org/drugfacts/lsd.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s