My Teaching Journey: Oleh-oleh Recycle lagi

Menjadi seorang ibu bukan sekedar mengandung dan melahirkan seorang anak. Tetapi, mendidik anak untuk mampu hidup sebagai seseorang, mampu meraih mimpi, dan mampu menjadi seorang pemimpin, paling tidak untuk diri mereka sendiri. Jadi, hakikinya, seorang ibu adalah pencetak pemimpin. Kualitasnya tergantung kualitas ibu.

CAM00346CAM00347

Baiklah, mungkin quote nya nggak nyambung dan gambar yang ku-take nggak begitu fokus. Soalnya pas mau moto, si shafiyah ngegangguin jadi ya gitu deh.

Ehm, mungkin sekedar tambahan: sebenarnya, sebagai seorang pengajar, ini bukanlah satu-satunya pengalamanku. Karena sebelumnya aku sudah bergelut dalam dunia mengajar ngaji dan juga ngajar sebagai seorang asisten lab. Tapi, sebagai seorang guru privat, ini memang pengalaman pertama dan berharga menurutku jadi inilah mengapa saya memilih untuk bernagi tentang kisah ini dulu.

Ok, back to the topic. Do you know what’s that? Haha, view dari atas tidak terlalu menggambarkan tapi keduanya adalah gambar kompor dan oven dari kardus bekas. Yup, eksperimen recycle dari ummu-nya. Apa hubungan dengan quote? Nggak secara langsung sih, itu hanya muncul tiba-tiba saat sekali lagi saya cerita-cerita dengan si-bunda. Ya, yang saya pelajari saat itu dari beliau adalah bahwa menjadi seorang ibu bukan sekedar mengandung, melahirkan, berusaha memenuhi kebutuhan anak. Bukan sekedar itu. Tapi tugas yang jauh lebih berat dan tanggung jawabnya besar, yaitu untuk mencetak seorang pemimpin.

Kegiatan-kegiatan, arahan-arahan aktivitas dan tugas rumah, komunikasi, semuanya. Bukan hanya 1 part dari sistem rumah tangga, tetapi melingkup semuanya. Ya, itulah ibu.

Lucu. Kita bisa melihatnya dari kehidupan orang lain. Tapi, ini adalah bekal masa depanku. Aku juga memiliki cita-cita besar. Walaupun aku kuliah di farmasi, aku sangat ingin menjadi seorang ibu profesional. Seperti institutnya bunda Septi. Well, bekal yang kukmpulkan di farmasi memang arahnya ke sana. Walaupun sekarang aku masih agak bimbang dan belum keukeuh. Tapi, hati nuraniku menginginkannya.

Nah, kalo ngebahas masalah recycle di atas. Bahannya cukup simple sih. Untuk kompor, kita hanya butuh: kardus yang dilipat balok dengan ukuran yang disesuaikan, kertas yang berparut, kertas marmer, lem fox, lem stik dan tutup botol. Kalau oven, tinggal ditambah push pin.

Well, selamat mencoba!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s