Dalam Henyak (Puisi Kemerdekaan)

Dalam hening kebisingan

Hati meneriakkan kebisuan

Tergigit jari yang gemetar

Akan kelamnya kehidupan

Yang bertengger di depan mata yang bohlam

Dalam henyak

Senyap sepi sendiri

Mengungkit lampau yang berjungkat-jungkit

Dalam memori yang kusut tak peduli

Tentang hidup yang seakan penuh ironi

Bilakah masa kan jaya berpihak padanya?

Pada perut keroncongan tiap masa

Pada lidah kering tak merasa

Pada mata sayu penuh wibawa

Ia yang tak pernah meminta

Tapi raganya penuh luka dan nestapa

Bukan jiwanya memang,

Tapi senyumnya menyayat jiwa

Duhai, bilakah masa-masa jaya gemilang?

Merdeka bukan lagi harga mati kini

Merdeka bukan lagi harga mati kini

Semua sibuk dengan nestapa diri

Semua sibuk dengan kebodohan jati

Siapakah yang akan memperbaiki?

Meneriakkan kemerdekaan yang tak membutakan

Meneriakkan kemerdekaan yang tak membisukan

Meneriakkan kemerdekaan yang tak menulikan

Meneriakkan kemerdekaan kembali dengan takbir yang menghilangkan kejahilan

Bilakah ia tak lagi merana

Tersenyum sumringah bukan karena terpaksa

Kuharapkan ia kan jaya

NEGRIKU, INDONESIA

~FA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s