Tugas Resume Fartoks- Sharing

RESUME JURNAL “UJI AKTIVITAS ANALGESIK SENYAWA BARU TURUNAN PARASETAMOL PADA MENCIT (Mus Musculus) DENGAN METODE HOT PLATE”

Oleh:  TRI WIDIANDANI, SISWANDONO, SUKO HARDJONO, ISTIFADA, RISMA ZAHRA

Abstrak:

Parasetamol merupakan obat analgesic yang secara luas digunakan di Indonesia. Modifikasi struktur parasetamol telah dilakukan dengan memproduksi 2 senyawa yaitu 4’-acetamidophenyl-2-chlorobenzoat dan 4’-acetamidophenyl-3-chlorobenzoat. Senyawa ini diprediksi membawa aktivitas yang lebih besar dibandingkan parasetamol karena sifat lipofilisitasnya lebih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas analgesic dari derivate parasetamol yang baru ini. Uji aktivitas analgesic  diberikan menggunakan metode hot plate 55°±0,5° menggunakan mencit sebagai hewan coba. Aktivitas analgesic ditentukan dengan mencatat latensi predrug dan postdrug pada menit ke 30, 60, 90, dan 120 setelah pengujian kontrol Na-CMC 0,5%, parasetamol sebagai pembanding (100 mg/kgBB) dan senyawa uji 1 dan 2 (100 mg/kgBB) pada tiap kelompok mencit. Hasil dari Efek Kemungkinan Maksimum (Maximum Possible Effect, MPE). Hasil MPE yang didapatkan dari senyawa 1 adalah 29,7% dan senyawa 2 adalah 37,04%. Berdasarkan analisis statistika dari uji ANOVA, dapat disimpulkan bahwa perbedaan aktivitas sangat berarti setelah 60 menit pemberian obat. Analisis stabilitas, toksisitas, fisik, kimia, dan farmakologi dari senyawa baru ini sangat direkomendasikan.

Pendahuluan:

Parasetamol merupakan senyawa turunan paminofenol, bekerja menghambat prostaglandin secara lemah pada reseptor siklooksigenase (COX) yaitu COX-1, bersifat selektif terhadap COX-2 pada jaringan sentral dan memiliki efek perifer yang sangat kecil (Furst and Ulrich, 2007). Metabolit toksik parasetamol yaitu N-asetil-p-benzoquinoneimie (NAPQI) bersifat reaktif dapat berikatan dengan sel jaringan hati secara irreversible. Penggunaan parasetamol dalam dosis besar dan jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan hati (hepatotoksik) (Burke et al, 2006).

Modifikasi struktur parasetamol dilakukan untuk mendapatkan senyawa bioaktif yang baru dengan aktivitas isbandin yang optimal dan toksisitas yang minimal. Pada penelitian ini senyawa turunan diuji aktivitas analgesiknya menggunakan metode hot plate dengan hewan coba mencit (Mus musculus) jantan. Data hasil uji aktivitas isbandin parasetamol dan dua senyawa turunan tersebut diolah secara isbandin menggunakan uji one way ANOVA untuk mengetahui apakah ada perbedaan bermakna antara aktivitas isbandin senyawa parasetamol dan dua senyawa turunannya.

METODE PENELITIAN

Bahan Penelitian

Parasetamol ph.g (Brataco), 4-asetamidofenil-3-klorobenzoat, 4-asetamidofenil-2-klorobenzoat, Natrium karboksimetilselulosa ph.g (Interbat), Alkohol 70%.

Hewan Coba

Sebagai hewan coba digunakan mencit (Mus musculus) galur BALB C jantan, dewasa berumur 2 – 3 bulan, berat antara 20 – 30 gram, sehat, tidak ada kelainan yang tampak pada bagian tubuhnya

Alat Penelitian

Oven Hot Plate-magnetic stirrer, Timbangan mencit AND HL100, Timbangan LIBROR “Direct Reading Micro Balance LM-20”, Spuit injection disposable syringe U-26 Insulin (Terumo), Stopwatch

Metode Uji Aktivitas Analgesik

Metode uji aktivitas isbandin pada penelitian ini, menggunakan metode hot plate untuk melihat aktivitas isbandin sentral. Diberikan parasetamol secara intraperitonial pada mencit dengan dosis 100mg/kg BB sehingga tampak mencit akan mengurangi perilaku menggigit, menggaruk , dan menjilat akibat substansi P atau N-metil-D-aspartate (NMDA) (D. Besse, 2000).

Suhu dikontrol pada 55-56°C. Waktu latensi yang diukur adalah interval waktu saat mencit diletakkan diatas plate sampai mencit menimbulkan respon mengangkat atau menjilat telapak kaki depan, diukur menggunakan stopwatch pada menit 30, 60, 90 dan 120 menit sebelum dan sesudah perlakuan (Vogel, 2008)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Uji Aktivitas Analgesik

Aktivitas ditentukan dengan mengamati penurunan respon mencit kelompok senyawa uji 1 dan 2 dibandingkan dengan kelompok kontrol CMC-Na dan kelompok pembanding parasetamol terhadap panas yang diinduksi dengan hot plate. Data hasil pengamatan berupa predrug latency dan postdrug latency, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh mencit untuk merespon nyeri yang diakibatkan oleh induksi panas dari hot platesebelum dan sesudah diberikan obat Suhu hot plate yang digunakan adalah 55º±0,5ºC, waktu latensi yang diamati adalah waktu latensi sebelum diberikan sediaan (menit ke-0) atau yang disebut predrug latency dan menit ke-30, 60, 90, dan 120 sesudah pemberian senyawa kontrol (CMC-Na 0,5%), pembanding (parasetamol 100 mg/kgBB) dan senyawa (4’-asetamidofenil-2- klorobenzoat dan 4’-asetamidofenil-3- klorobenzoat masing-masing 100 mg/kgBB) atau yang disebut postdrug latency. Selanjutnya, predrug latency dan postdrug latency digunakan untuk menghitung % MPE.

data resume tugas gares fartoks

Analisis Data menggunakan Uji ANOVA

Analisis data menggunakan uji oneway ANOVA ditentukan dengan menggunakan program SPSS 17.0 untuk mengetahui apakah ada perbedaan bermakna pada aktivitas isbandin yang ditunjukkan oleh senyawa turunan dengan aktivitas isbandin parasetamol dan kontrol CMC-Na 0,5%.  Uji ANOVA satu arah dilakukan menggunakan data % MPE pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian sediaan untuk melihat apakah ada perbedaan % MPE yang bermakna secara isbandin antara kelompok kontrol, pembanding, dan uji pada α = 0.05.

Hasil uji isbandin ANOVA menunjukkan bahwa pada senyawa 1 diperoleh Fhit 5.192 (Fhit > Ftabel = 3.35) dan P 0.012 (P<α=0.05) pada menit ke 60 setelah pemberian. Hal ini menunjukkan perbedaan yang bermakna % MPE antara kelompok kontrol, pembanding dan kelompok uji.Pada senyawa 2 diperoleh F hitung > F tabel = 3,35 pada menit pada menit ke- 60, 90, dan 120 setelah pemberian. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna % MPE antara kelompok kontrol, pembanding dan kelompok uji. Berdasarkan uji aktivitas diketahui bahwa senyawa turunan memiliki aktivitas yang lebih besar parasetamol bila dilihat dari kurva % MPE kelompok pembanding dan uji.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s