I used to be A Fighter

Saat masa-masa lemah menjadi penghalang, dan hati pun menjadi lemah, sejenak ia merenung tentang dirinya di masa lampau.

“I used to be a fighter” pikirnya.

“Saya dulunya seorang petarung”

Petarung terhadap egoisme, petarung terhadap keserakahan. Bahwa dunia ini kejam dan sangat egois, tetapi ia adalah seorang petarung yang melawan egoisme yang berkecamuk pada lingkungan, dan meneriakkan kedermawanan.

“I used to be a fighter” pikirnya

“Saya dulunya seorang petarung”

Petarung terhadap nafsu, petarung terhadap kemalasan. Bahwa kesenangan seringnya melalaikan hati dan diri, tetapi ia adalah seorang petarung yang melawan nafsu yang menggerogotinya untuk berbuat aniaya dan juga meneriakkan disiplin,

“I used to be a fighter” pikirnya

“Saya dulunya seorang petarung”

Petarung yang memperjuangkan kebenaran, petarung terhadap kebodohan. Bahwa dunia ini kini telah mudah diputarbalikkan dan dikamuflase antara haq dan yang bathil, tetapi ia adalah petarung yang terus menerus melawan kebohongan dan kebodohan.

Matanya sayu, bibirnya bergetar.

“Saya adalah petarung”

“I am a fighter”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s