Hei, Kau… Tolong Bantu Aku

Hei, kau… tolong bantu aku

Jika ada dari diriku yang kau rasa telah kenali, bantu aku mengenalinya melalui matamu

Hei, kau… tolong bantu aku

Jika ada dari diriku yang kau rasa telah pahami, bantu aku untuk memahaminya melalui batinmu

Hei, kau… tolong bantu aku

Jika ada dari diriku yang kau rasa telah kau ketahui, bantu aku mengetahuinya melalui pikiranmu

Hei, kau… tolong bantu aku

Jika ada dari diriku yang kau rasa telah kau rasai, bantu aku merasakannya melalui hatimu

Mereka bilang, kalau diri kita hanya kita saja yang paling tahu. Tapi, apakah ketika aku mengetahui diriku maka merekapun begitu?

Mereka bilang, kalau diri kita hanya kita saja yang paling tahu. Jadi, setidaknya, aakah mereka takkan salah paham denganku?

Mereka bilang, kalau diri kita hanya kita saja yang paham. Lalu, salahkah jika kita memahami diri dari sudut pandang yang berbeda?

Mereka bilang, kalau diri kita hanya kita saja yang paham. Apa dengan semua kenyataan itu, bisakah kita menjadi orang yang egois?

Jika jawabannya adalah ya, lalu mengapa masih ada yang sakit hati dan tak tahu arah?

Jika jawabannya adalah ya, lalu mengapa air mata masih membanjir di lautan kota?

Jika jawabannya adalah ya, lalu mengapa perang terus berkejaran?

Atau… mungkin akulah yang tengah salah paham? Bahwa pengertian dan saling memahami takkan menyelesaikan apa-apa?

Jika begitu… hei, kau… tolong bantu aku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s