Aku hanya Tak Mengerti

Aku hanya tak mengerti tentang apa yang seharusnya kulakukan. Maka kuserahkan pada Robbku yang Maha Perkasa, sebab Dialah yang akan memampukanku dan mengarahkan kemana kakiku harus berjalan. Dan aku harus belajar, hingga aku tahu kemana hendaknya langkahku ‘kan menuju ridha-Nya.

Aku hanya tak tahu apa yang sebaiknya aku pikirkan. Maka kuserahkan pada Robbku yang Maha Mengetahui dan tetap berprasangka baik pada-Nya, sebab segala pikiranku yang buruk dan berujung pada keputusasaan bukanlah sesuatu yang harus aku simpan dalam ruang memoriku. Dan tentunya, aku harus terus belajar hingga aku tahu, kemana pikirku akan kubawa.

Aku hanya tak tahu untuk apa hidupku di dunia ini. Maka kuserahkan pada Robbku yang Maha Mencipta. Menciptaku dari setetes air mani yang kini menjadi tubuh manusia yang sempurna. Maka sebagaimana Allah telah mencipta bumi dan segala isinya ini dengan maksud, tentulah Allah menciptaku pula dengan maksud. Tak ada yang Allah cipta dengan sia-sia. Dan aku harus terus belajar, agar aku tahu bahwa tak ada lagi yang perlu kupertanyakan tentang ciptaan-Nya.

Hingga ajal menjemput pun, mungkin aku akan terus bertanya. Mempertanyakan jiwa yang terus dirundung ragu. Mempertanyakan iman yang kian surut. Mempertanyakan diri yang terus bermaksiat pada-Nya. Tetapi, biarlah itu terjadi. Hubunganku dengan manusia akan kupertanggungjawabkan, terlebih lagi hubunganku dengan Allah. Maka biarlah Allah yang mengetahui hatiku. Biarlah Allah yang melihat kerja dan usahaku. Biarlah Allah yang membalas semua baik dan burukku. Dan memang, hanya rahmat-Nya saja yang kutuju.

Manusia kian memandang dengan tatapan yang kita sendiri bahkan tak mampu membahasakannya. Tapi, biarlah. Hatinya pun hanya Allah saja yang tahu. Dan kita tak mampu menghakimi apapun dari perasaannya.

Manusia kian berlaku kadang baik kadang buruk. Tapi, biarlah. Sebab urusan kita hanyalah terkait dakwah dan penyebaran kebaikan pada mereka. Walau keburukan terus dilayangkan, Allah mengajar kita untuk membalas dengan kebaikan.

Manusia, sering terjatuh, bahkan hingga ke titik terdalam. Maka taubat dan perubahan tetap bisa mereka lakukan. Selama nafas belum sampai ke kerongkongan. Olehnya, kita tak boleh menghakimi siapapun. Dia buruk hari ini, boleh jadi ‘kan menjadi lebih baik dari kita esok hari. Dia baik hari ini, juga tak pelak bisa menjadi buruk suatu waktu. Maka serahkanlah pada Allah segala urusanmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s