Manipulasi Hati: Aku heran, boleh ‘kan?

Aku heran dengan dunia ini. Boleh ‘kan?

Di satu sisi dunia ini bergerak cepat dalam perasaan. Di sisi lain bergerak cepat dengan perbuatan. Di sisi lainnya lagi, keduanya bergerak cepat berbarengan. Dan aku, hanya berdiri diam dan tenggelam dalam pikirku.

Mereka bertanya “apa?”, aku bertanya “mengapa?”. Mereka bertanya “bagaimana?”, aku bertanya “untuk apa?”. Untuk alasan itu, aku heran dengan dunia ini, boleh ‘kan?

Manusia itu lemah. Kau tahu kenapa? Sebab manusia adalah objek yang sangat mudah dimanipulasi perasaannya. Jangan salah sangka. Sekeras apapun hati seseorang, tetap ada bagian dari hatinya yang mengalirkan kebenaran, walau hanya segetir saja. Tapi, itu memang faktanya. Hati manusia sangat mudah dimanipulasi oleh apa yang mereka lihat, dengar, lantas selanjutnya ia mengambil langkah untuk menetapkan konklusi.

Tapi, apa yang mereka lihat, dengar yang terimplementasi dalam perasaan dapat dimanipulasi. Kecuali oleh kebenaran hakiki. Ya. Lalu, apa dan seperti apa kebenaran hakiki itu?

Sebenarnya kebenaran itu telah ada di hadapan mata, terbentang luas dan memesona. Sebenarnya kebenaran itu hanya perlu kita rasakan dengan bijak, dengan membuka hati kita. Aku mengatakan ini bukan karena keuntungan pribadi atau apapun. Sebab, bahkan jika engkau membenciku pun, aku tak masalah. Aku hanya ingin membagi denganmu tentang rasa bahagia ini, tentang kesadaran ini. Sebab aku pun sering terjatuh.

Kebenaran yang melepaskan jiwa kita ke dalam kebebasan sebenarnya. Kebebasan pada hakikatnya. Yaitu kebebasan dari diri kita sendiri. Bebas dari nafsu yang membelenggu kita untuk senantiasa tamak, angkuh, dan acuh. Kebebasan yang membuat kita tenang dan bukannya terlarut dalam kesenangan fana. Kebebasan yang malah mencerdaskan kita, dan bukannya menghancurkan moral kita.

Jika kau bertanya, apa itu? Maka akan kukatakan, itulah “Islam” dengan sebenar-benarnya, “Islam” secara kaffah. Islam itu berarti keselamatan atau berserah diri. Hanya berserah diri pada Robb yang mulia.

Jika engkau bertanya-tanya tentang Tuhan (Robb, ilah) yang menciptamu dan masih meragu, maka tentulah ada yang salah dengan pandanganmu. Mengapa? Sebab semakin kau mempelajari alam ini, sentuhlah dengan nuranimu maka kau akan tahu bahwa alam ini, ada yang menciptakan. Dan pencipta-Nya, jauh lebih mulia, lebih agung, lebih besar, lebih hebat, dan berbeda dari makhluk-Nya.

Jika engkau mempertanyakan tentang Rasul yang bernama Muhammad, seorang nabi dan Rasul terakhir, maka bacalah kisah hidupnya dari sumber yang benar dan terpercaya. Maka kau akan melihat kemuliaan akhlak, tutur kata, dan kecerdasan yang luar biasa bahkan hari ini telah terbukti sebagian besar perkataannya tentang beberapa hal dari dunia ini benar.

Lalu, bukankah tanda-tanda yang menunjuk kebenaran sejati telah nyata?

Walau begitu, tetap saja mungkin kita masih tak mampu mengendalikan manipulasi dari hati kita. Maka kami diajarkan untuk berdo’a,” Ya muqallibal quluub, tsabbit qalbiy ‘alaa diynik” (Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu) sebab segala yang diajarkan dalam agama ini, Islam, hanyalah kebaikan-kebaikan yang begitu tak terkira.

Dan terhadap perkataan-perkataan yang belum jelas, Allah telah memerintahkan,

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagimu,bahkan ia adalah baik bagimu. Tiap-tiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakan.

Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”.

Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.

Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.

Ingatlah di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia di sisi Allah adalah besar.

Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha suci Engkau Ya Tuhan kami. Ini adalah dusta yang besar.

Allah memperingatka kamu agar (jangan) kembali berbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.

Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

(Q.S An-Nur: 11-19)

Dalam ayat ini disebutkan tentang pentingnya konfirmasi, berbaik sangka, dan mengambil kesaksian atas sebuah tuduhan. Ya, karena Allah tahu bahwa kita sangat mudah dimanipulasi. Makanya, butuh kehati-hatian. Terhadap sebuah perkara, Allah menyuruh kita untuk berdo’a dan memohon petunjuk dari-Nya, sebab kita ini lemah.

….(berssambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s