My Teaching Journey: Perkenalkan!

Hey hey.. hello

Assalamu’alaykum warohamtaullah wabarookatuh.

Well, kali ini aku menulis tulisan lepas (lagi). ‘Kali’ ini dan beberapa ‘kali’ ke depan aku ingin menceritakan beberapa pengalaman setelah menjadi guru privat bahasa Inggris bagi seorang anak home schooling. Aku bukan guru, dan nggak pernah menempuh pendidikan keguruan. Jadi, istilah ngajar di “masa kuliah” cukup membuat hatiku kembang kempis (eh?), berbunga-bunga maksudnya.

Waktu itu, infonya nggak sengaja aku lihat di salah satu forum jejaring sosial Whatsapp. Keinget bahwa aku cukup membutuhkan uang tambahan, akhirnya aku bilang kalau aku mau dan menghubungi si “penawar kerja”. Aku masih ingat menghubungi ibu itu saat aku masih di lab usai menyaring hasil maserasi. Dan alhamdulillah, keinginannya cocok dengan kualifikasi diriku yang (walau begitu) masih minim pengalaman.

Tibalah hari itu, hari pertama aku berkunjung ke rumah si Ibu. Ya, aku cukup cerita beberapa hal ketika pertama kali berkunjung setelah mengajar Fathin, anaknya. Aku baru tahu bahwa Si Ibu memilihkan home schooling bagi anaknya karena beberapa kendala yang dihadapi ketika si anak sekolah.

Saat pertama kali mendengar kata home schooling bagi seorang anak, apa yang pertama kali terpikir di benak pembaca? Anak bermasalah, karena nakal, lamban, berkebutuhan khusus? Hmm,, ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar! Kenapa aku mulai menulis ministory pengalamanku ini adalah untuk berbagi pelajaran kepada ibu-ibu di luar sana bahwa pilihan home schooling bagi anak tidaklah buruk!

Ketika aku mengatakan bahwa si Ibu ini memilihkan home schooling bagi anaknya “karena beberapa kendala”, kendala yang kumaksudkan di sini bukanlah semata karena anaknya bermasalah tetapi karena ibu ini menyadari bahwa ‘sekolah’ belum mampu meng-cover kebutuhan anaknya.

Masa-masa SD adalah masa yang cukup krusial terutama dalam mengembangkan potensi anak dan memberikan suntikan teladan yang akan ia bawa ketika telah menginjak masa remaja dan dewasa. Pada masa ini, anak-anak belum berpikir terlalu jauh tentang pola sebab-akibat tetapi lebih kepada pengenalan sebab-sebab yang bisa membawa akibat itu sendiri, entah akibatnya baik maupun buruk. Pada masa ini pula, anak-anak seyogyanya diperkenalkan tentang rasa “tanggung jawab” terhadap pilihan yang ia buat. Mengajar anak Ibu ini malah membuatku belajar tentang banyak hal!

Ya, aku belum menikah dan punya anak, tetapi aku pernah merasa menjadi seorang anak di lingkungan yang boleh dikata kurang sehat. Hal ini membuatku mengamati dan melihat hal-hal yang perlu dan penting kita lakukan sebagai seorang ibu. Sebab ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi si Anak. Ibu bahkan telah mengajari sang Anak jauh sebelum si Anak lahir hingga masa-masa kehamilan dan kelahiran. Subhanallah!

Nah, pertama mendengar kisah si Fathin inilah pemikiranku tentang home schooling berubah 180 derajat.

Baiklah, itu adalah perkenalan pertamaku dengan mereka yang memberi kesan mendalam. Nantikan my teaching journey selanjutnya!

😀

Iklan

2 pemikiran pada “My Teaching Journey: Perkenalkan!

  1. Ping-balik: My Teaching Journey: Oleh-oleh Hari Ini « blueskypharmacy

  2. Ping-balik: My Teaching Journey: Tiap Anak Istimewa | blueskypharmacy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s