Uji ABI: Uji Reduksi Nitrat Wa

Nah, pada posting kali ini, saya hanya akan menambah materi yang waktu diskusi tadi tidak sempat dibahas tuntas. Termasuk dalam pembahasan Uji Aktivitas Biokimia: Uji Reduksi Nitrat, Uji OF, dan Uji Pencairan Gelatin.

Sebelumnya, saya akan review dulu jenis uji aktivitas biokimia berdasarkan prinsipnya:

  1. Fermentasi: Uji Fermentasi Karbohidrat dan beta-galaktosidase, Uji TSIA, Uji Metil Red (MR), Uji Voges-Proskauer (VP), Uji Oksidasi-Fermentasi (OF)
  2. Penguraian: Hidrolisis polisakarida/pati, Hidrolisis lipid, hidrolisis kasein, Hidrolisis gelatin, Hidrolisis Asam Nukleat, Hidrolisis Urea, Uji Penggunaan Sitrat, Uji Koagulase, Uji Indol, Uji H2S dan Motilitas, Uji Deaminasi Fenilalanin, Uji Dekarboksilase Lisin
  3. Respirasi: Uji katalase, uji oksidase, uji reduksi Nitrat

Untuk jenis uji lain sudah didiskusikan dan selengkapnya ada di Buku Laboratory Exercise in Microbiology oleh Harley Prescott, dan Difco Manual of Culture Media.

Uji Reduksi Nitrat

Tujuan: Uji ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron terakhir dan juga membedakan jenis mikroorganisme yang mampu mereduksi nitrat karena memiliki enzim nitrat reduktase.

Medium: Nitrate Broth

Penjelasan sederhana: 

Bakteri kemolitoautotrof yaitu bakteri yang memperoleh energi melalui oksidasi kimia, menggunakan senyawa anorganik sebagai donor elektron dan CO2 sebagai sumber utamanya. Bakteri Kemoorganoheterotrof adalah bakteri yang membutuhkan senyawa organik untuk pertumbuhannya dimana senyawa organik ini yang bertindak sebagai sumber karbon dan energi. Kedua jenis bakteri ini dapat menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron terminal selama respirasi anaerob. Selama proses ini, Nitrat diubah menjadi Nitrit oleh enzim Nitrat reduktase.

Beberapa bakteri mereduksi nitrat menjadi nitrit saja (E.coli), sementara ada pula bakteri yang dapat mereduksi lebih lanjut menjadi nitrogen bebas (P.fluorescens) atau amonia. Nitrit tidak berwarna tetapi memberikan gelembung gas pada tabung durham, tetapi dalam suasana asam, akan berekasi dengan alfa-naftilamin dan asam sulfanilat untuk menghasilkan warna pink atau merah. Ketika organisme nitrat-positif mereduksi nitrat menjadi nitrit, warna pink akan muncul di medium ketika reagen spesifik tadi ditambahkan. (Namun, alpha-naftilamin ini bersifat karsinogenik, sehingga berbahaya untuk uji identifikasi, sebagai penggantinya digunakan asam sulfamat. Asam sulfamat ini berfungsi sebagai pengganti asam sulfanilat dan alpha-naphtylamin).

Apabila setelah penambahan reagen tidak terjadi perubahan warna (nitrat negatif) maka ada 3 kemungkinan:

  1. Bakteri sebenarnya memiliki enzim nitrat reduktase tetapi telah mereduksi nitrit menjadi nitrogen bebas atau amonia.
  2. Bakteri memiliki enzim lain untuk mereduksi nitrit menjadi amonia.
  3. Nitrat tidak direduksi oleh bakteri

Reaksi nitrat-negatif ini selanjutnya diuji dengan penambahan serbuk zink untuk mengkonfirmasi keberadaan Nitrat yang tidak direduksi. Jika initrat memang tidak direduksi maka penambahan kurang lebih 20 mg serbuk Zink ini  selama 5-10 menit akan mengubah warna medium menjadi pink atau merah sebab zink dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit, tetapi bila tidak menunjukkan warna, berarti nitrat sebenarnya direduksi hanya saja bukan menjadi nitrit tetapi menjadi nitrogen bebas atau amonia. Hal ini berarti tetap hasil positif, (Difco dan Prescott)

Hasil Positif: Gelembung gas, Warna Merah atau Pink

Iklan

Satu pemikiran pada “Uji ABI: Uji Reduksi Nitrat Wa

  1. Ping-balik: Uji ABI: Uji Oksidasi Fermentasi | blueskypharmacy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s