BELAJAR

Hidup adalah belajar.

Sebuah kalimat sederhana dan sering kita dengar. Tapi, menjalani detik-detiknya sangatlah membutuhkan kesabaran. Ya, sabar dan syukur. Dua senjata paling mematikan bagi hawa nafsu yang selalu serakah dan mengumpat. Tapi, sadarkah kau jika tengah belajar???

Oh, bukan hanya belajar formal seperti yang selama ini kau dapatkan di bangku sekolah. BELAJAR… menurut kamus besar bahasa Indonesia, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; berlatih; berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Tapi, menurut telaahmu dan rasa yang terpaut di hatimu tentang makna “belajar” itu apa?

Mengambil pelajaran, memetik hikmah dan menuai manfaat. Kurang lebih itu yang tergambar bagi mereka yang senantiasa belajar.

Pernah tanpa sadar kau melakukan sebuah kesalahan lalu menganalisis dan mengintrospeksi diri, lalu muncullah sebuah ide dan tekad terhadap perbaikan kesalahan itu. Juga termasuk Belajar. Tapi, pernahkah kau menganalisis dan mengintrospeksi diri dengan sungguh-sungguh?

Belajar.

Bukan ‘ter’gerak. Tetapi menggerakkan diri. ‘Ter’gerak menunjukkan ketiadaan kesengajaan, dengan kata lain, “terpaksa”. Sayangnya, masih banyak di antara anak-anak masa kini yang terbalut dalam bingkai paksaan dalam belajar. Secara formal, mereka mendapatkan sesuatu yang ilmiah, tetapi secara rasa, mereka boleh jadi belum belajar. Karena poin penting untuk belajar adalah ketika kita memang “ingin” tahu. Ketika kita memang ingin menggerakkan diri.

Dan belajar butuh mindset awal yang tepat.

Jadi, Belajar!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s