Tulisan Terjemahan,”Menyinari Zona Gelap: Penemuan Protein Spesifik dan Efeknya dalam Tahap Akhir Pembelahan Sel”

Sebagai tambahan dari lokasinya di nukleus, WDR5-EGFP juga ditemukan di zona hitam sentral pada Midbody.

Tubuh manusia tak ubahnya seperti sebuah pabrik dan zona pembangunan atau konstruksi– setidaknya pada tingkat selular. Beberapa protein tertentu bertindak sebagai manajer proyek yang mengarahkan berbagai macam proses dan menentukan nasib sel secara keseluruhan.

Sebuah kelompok protein yang disebut famili WD-repeat (WDR) membantu sel memilih mana dari ribuan kemungkinan gen yang harus ia bangun atau buat. Protein WDR ini berada dalam struktur 3 dimensi yang menyerupai donat– sebuah bentuk tidak biasa yang membuat protein WDR ini mampu bertindak sebagai penyangga (platform) stabil sehingga sejumlah besar protein kompleks dapat terbentuk atau terpecah/terurai.

Studi baru yang dibawakan oleh ilmuwan asal UC Santa Barbara mengungkap fungsi baru dari WDR5, sebuah protein yang telah dikenal karena peran pentingnya dalam ekspresi gen dimana informasi yang dikode dari gen diubah menjadi produk lain seperti RNA dan protein. Dalam sel, WDR5 merupakan subunit dari kompleks lima-protein. Mutasi pada anggota kelompok protein ini akan menyebabkan leukimia dan berbagai penyakit yang menyerang sistem organ tubuh pada anak-anak. Tim UCSB telah bekerja dengan WDR5 dalam kultur garis sel manusia. Hasilnya ada pada Journal of Biological Chemistry.

“Kami menemukan bahwa ketika 2 sel membelah, WDR5 dilokalisasi ke dalam struktur selular yang sangat menarik yang disebut midbody” kata penemu utama Jeff Bailey, seorang mahasiswa yang telah lulus dari Departemen Molekular, Selular, dan Pengembangan Biologi UCSB.

“Di masa lalu, walaupun bekerjasama dalam pembelahan sel, midbody dianggap sebagai ‘sampah’, tetapi hal itu telah berubah pada dekade terakhir ini. Sekarang midbody dipercaya sangat penting dalam diferensiasi stem sel”.

Ketika stem sel membelah untuk menghasilkan sel terdiferensiasi seperti sel kulit atau neuron, stem sel mempertahankan midbody sedangkan sel terdiferensiasinya tidak. “Hal ini menunjukkan bahwa midbody memiliki fungsi yang penting” jelas Bailey. “Juga, ketika midbody tidak terpotong dengan benar, sel aka memfusi ulang (re-fuse), membentuk sebuah sel dengan 2 nuklei. Hal ini yang dipikir menjadi bagian dari apa yang terjadi ketika tumor terbentuk”.

Catatan:

Midbody adalah struktur sementara yang menghubungkan 2 sel anakan pada akhir proses sitokinesis. Sitokinesis sendiri adalah tahapan mitosis dimana sitoplasma dibagi kepada 2 sel anakan tersebut. Midbody memiliki 3 bagian atau zona: the bulge (tonjolan), dark zone (zona gelap), dan flanking zone (zona mengapit)[pada gambar bisa dilihat dari kiri atas ke kanan bawah gambar merah yang diberi tanda panah]. Dark zone menjadi bagian yang penting dibahas pada tulisan ini.

Berita selanjutnya silakan baca di…

Sumber asli: http://www.sciencedaily.com/releases/2015/04/150429182451.htm

Tanggal update tulisan asli: 29 April 2015

Sumber: Universitas California- Santa Barbara

Ingin translate lebih lanjut? Silakan komentar jika membutuhkan jasa translater khususnya untuk tulisan genre kesehatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s