Mikrobiologi, My Current Passion

Hua! Entahlah yang awalnya nggak gitu ngerti dan gimanaa gitu dengan subjek satu ini, akhirnya malah kepincut dan jatuh cinta. Yah, saya memang tipe orang yang sekali suka bakalan jadi maniak. Hiks. Nggak asing lagi lah dengan istilah mikrobiologi. Sepertinya sejak SD sudah diperkenalkan. Ya, ilmu yang mempelajari organisme berukuran mikro alias mikroorganisme. Walaupun pas belajar tentang ini, ada juga organisme ukuran nano seperti virus. Hehe. Tapi, memang titik beratnya lebih ke bakteri yang berukuran mikro. Apa sih menariknya mikrobiologi?

Yah, memang menarik nggak menarik akan kembali pada diri Anda masing-masing lah ya. But, kalau kita tertarik dengan dunia ini, mau nggak mau ya harus tertarik dengan mikro-mikroan. Ehhh????

Secara nggak sadar, dunia ini dihuni oleh lebih dari trilyunan organisme, dan manusia bukanlah populasi terbesar penghuni dunia ini (yang hidup lah ya). Ternyata eh ternyata, rupa-rupanya, populasi terbesar dipegang oleh…. Ya! 100! Mikroorganisme!

Jangankan dunia, tubuh kita saja kalau mau dikalkulasikan populasinya, 90%nya adalah mikroorganisme, Dari ujung rambut hingga ujung kaki, tubuh kita juga tergantung pada makhluk unyu-unyu ini. Yeah, tergantung. Ketergantungan ini sangat jelas terasa apabila si mikroorganisme ngambek sama kita alias memusuhi kita dan menginfeksi bagian-bagian tubuh kita. Masih bagus kalau cuman sekedar infeksi di luka yang menyebabkan ada nanah (sel darah putih yang mati-red). Kalau menginfeksi organ? Yah, TBC-lah, pneumonia-lah, cacar-lah, dan lain-lain sampe HIV atau Ebola! Wuidih… pada nggak mau ‘kan?

Makanya, sejak detik realisasi itu lah (ciee), saya jadi kepincut sama subjek ini. Mikroorganisme sangat interesting terutama untuk diteliti sebab sampai detik ini, yang namanya resisten masih terdengar. Resisten adalah kemampuan si bakteri untuk tidak mati oleh antibiotik. Dan parahnya, masalah resisten ini juga masih menjadi masalah besar di Indonesia. Nggak tahu apa kalau resisten bisa menyebabkan kematian?

Ya, awalnya saya hanya tertarik di dunia kimia, soalnya kimia membuka mata saya oleh “curiousity”. Tapi akhirnya, ketertarikan itu terkombinasikan oleh mikroba. Bukannya mau menduakan, hehe, tapi keduanya sangat amat berkaitan.

Nah… sekarang ada yang sama passionatenya dengan saya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s