Gadget vs Buku Resolution!

Hey… assalamu’alaykum 😀

Well, sejak detik ini aku akan memulai menulis tanpa ragu. Hehe. Tulisan akan menunjukkan karakter penulisnya. Jadi, aku akan menulis dengan gayaku. Gaya tulisku biasanya malah lebih komedi. Bisa buka link “Me & Counseling“. Adapun masalah counseling free. Sebenarnya lebih kepada berbagi ya daripada konsultasi. Soalnya saya juga masih minim.

Oh yup, pada tulisan kali ini aku akan berbagi tentang hakikat buku, menurutku.

Prologue Makna Buku

Buku adalah jendela dunia

Dari kecil sampai sekarang, pepatah itu masih terngiang. Ya, aku kurang tahu sih itu termasuk pepatah, nasihat, atau apa. Yang jelas, itu perkataan bijak. Hehe. Ya, kalau kita menilik kalimat itu, menurutmu bagaimana?

Sejujurnya, semenjak kecil aku mendengar kalimat di atas, aku tidak pernah mengerti sama sekali maknanya. Bukan “arti”, tapi makna. Aku mengerti kalau yang diharapkan kalimat tersebut adalah agar anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua sekali pun membudayakan membaca. Dengan kata lain, ya menarik perhatian. Siapa sih yang tidak mau mengintip dunia? Jendela ‘kan biasanya untuk ngintip. Hehe.

Tapi, bukan itu arah pembicaraanku. Bukan soal ngintip-ngintipan, ok?!

Tulisan ini sebenarnya sebagai hasil pengamatan dan perasaanku sendiri terhadap buku. Oh, ya, by the way, 23 April kemarin hari buku sedunia ya?! Mungkin di antara kamu ada yang ngerasa, “Ya, sudahlah, hari buku… pentingnya apa?” Ups! Atau ada yang seneng banget di hari buku?

Buku di mataku dan mata anak muda

Yah, sama-sama sih sebenarnya karena aku pun adalah anak muda. Tapi, nggak semua anak muda melihat buku sebagaimana aku melihat buku! Hehe.

[Sekarang pembicaraan kita akan lebih slow]. Kalau kita mau jujur, antara gadget dan buku, kebanyakan anak-anak muda akan memilih apa? Yah, lebih 50% akan lebih memilih gadget. Nggak salah juga sih, terutama di zaman canggih seperti ini dan sifat curiosity yang super akan meng-klop-kan hasrat anak muda terhadap gadget. Gadget sendiri juga memiliki fitur untuk membaca dan men-search hal-hal yang ingin kita tahu dengan lebih mudah. Terima kasih pada mbah Google. Cuman sayangnya, hasrat anak muda menggunakan gadget pada era sekarang ini lebih kepada fashion dan sosialita. Pada akhirnya, pergeseran nilai guna gadget pun terjadi. Dan inilah yang kurang tepat. Kenapa?

Sebelum itu, ayo kita intip dulu survey bacaan anak muda (teen-young adult) di Indonesia. Ternyata bacaan yang paling banyak adalah manga! Bukan mangga loh ya. Manga itu adalah komik dari Jepang seperti Naruto, Bleach, de el el. Dan kalau mau nge-net, biasanya juga bacaannya lebih milih baca komik online. Kalau mahasiswi sekarang lebih elegan dikit. Novel. Iya, ‘kan?

Sangat jarang anak muda sekarang yang sangat terikat dengan buku-buku non-fiksi. Terutama buku-buku agama. Dan jika mau menghubungkan dengan pepatah tadi,

Benarkah buku adalah jendela dunia?” Yang terjadi sekarang, anak-anak muda malah lebih tersugesti bahwa gadget lah jendela dunia.

Kalau ingin dikata, gadget dan buku sebenarnya sama-sama jendela dunia. Tetapi esensi “jendela dunia” yang didapatkan akan berbeda.

Buku menawarkan jendela yang cerah, terarah, dan awet. Sedangkan gadget, semua akan tergantung pemakainya, tidak menawar dan menjamin. Maksudnya?

Ketika ada sebuah buku di hadapanmu, kau membuka dan membacanya, maka pengetahuanmu akan sesuatu yang bermanfaat bertambah. Yah, itu pun kalau memang kau ingin mendapatkan sesuatu. Kadang orang juga membaca buku tapi angin lalu. Tapi, saat kau menyimpan buku itu, suatu saat kau lupa dan ingin mencari akan lebih mudah. Kau ingat bukunya, ingat juga letak halamannya. Bahkan buku biasanya ada indeksnya. Kalau e-book juga kan buku. Dan satu kelebihan buku yang sangat krusial, sumbernya jelas dan bisa ditelusuri!

Tapi kalau gadget, dengan segala aplikasi dan kemudahan yang bisa saja diperoleh, di satu sisi juga memberikan dampak negatif terutama anak muda zaman sekarang. Sayangnya, penggunaan gadget sangat dipengaruhi karakter pemakainya bahkan boleh jadi malah menggeser pribadi pemakainya. Istilah narkoba elektronik memang sangat cocok bagi gadget terutama handphone ini. Satu hari saja lepas dari si gadget, bisa kelimpungan. Dan sedihnya karena remaja sekarang pun menggunakan gadget banyaknya hanya untuk gaya-gayaan dan sosial media. Entahlah, hanya saja, berbagai fenomena hari ini yang menjadikan gadget sebagai sumber cakrawala berpikir masih memiliki dampak negatif yang lebih banyak.

Konklusi

Sebenarnya tidak ada masalah jika para remaja senang dengan gadget. Tetapi, menjadikan gadget sebagai satu-satunya sumber informasi dan jendela dunia akan sangat buruk. Terutama karena sumber-sumber yang masih harus ditelusuri kebenarannya, isu-isu yang memicu pertengkaran, pornografi, dan sebagainya sangat mudah diakses di gadget dan malah membawa masyarakat kepada kehancuran.

Jika saja para remaja sering diperkenalkan kepada buku-buku bermanfaat, membawa para remaja ke alam buku dengan cara yang menyenangkan, dan pembiasaan membaca bukan karena dipaksakan, setidaknya hal itu akan membawa mereka kepada kecintaan kepada buku. Dan bisa menjadikan membaca sebagai pelepas stress. Menjadi hobi yang bukan hanya ditulis di biodata tetapi benar-benar “hobi”.

Ini versiku,

Buku sangat berbeda dengan ketika kau mencari melalui mesin pencari elektronik (search engine). Dengan mesin pencari, kau mungkin akan menemukan lebih cepat apa yang kau inginkan tetapi nilainya pun akan cepat hilang. Sedangkan buku akan dapat kau simpan dan bagikan. Bahkan kepada anak-anak, cucu, cicit, hingga generasi selanjutnya. Bukumu akan dibaca dan bisa menjadi amal jariah untukmu. Buku adalah jendela dunia sebab ia akan mengarahkan cara pandangmu dan cakrawala pikirmu terhadap dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s